Malam
Malam seperti selalu sukses mengembalikan ingatan – ingatan kelam yang justru ketika pagi dan siang malah tak pernah muncul ke permukaan.
Malam seperti selalu sukses membawa pikiran kita ke masa yang akan datang. Entah membawa dengan khayalan – khayalan indah, atau ketakutan – ketakutan yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Malam yang sepi hanya terjadi di luaran sana, ketika sebagian orang berangsur menyudahi aktivitasnya dan hanya tersisa sedikit orang yang memang berkewajiban beraktivitas saat malam.
Malam itu sebenarnya ramai. Ramai oleh pikiran – pikiran acak yang entah mengapa tiba – tiba terbayang begitu saja di kepala di dalam sebuah kamar, dengan posisi merebah sembari memandangi langit – langit kamar ditemani alunan sebuah lagu. Tubuh merebah tanda lelah setelah seharian, namun pikiran enggan lelah, terus saja berpikir liar. Kadang menyesali yang telah lalu, mempertanyakan hari ini, atau ketakutan akan hal di masa depan. Namun, kadang juga merancang kisah – kisah manis sembari berharap suatu saat akan terkabul.
Setidaknya, itulah malamku. Malam yang ramai akan pikiran - pikiran tak menentu.
Komentar
Posting Komentar