Lebaran 2020
![]() |
| dokpri |
Hari ini adalah Hari Raya Idulfitri 1441 H. Tidak seperti lebaran tahun - tahun sebelumnya, tahun ini negara Indonesia sedang dilanda virus Corona. Akibatnya, pemerintah menganjurkan untuk menjalankan sholat Ied #DiRumahAja. Walau sudah ada aturan seperti itu, tetap saja masih ada beberapa
wilayah yang melaksanakan sholat Ied, seperti di lingkungan rumahku.
Namun, mereka menerapkan sejumlah aturan untuk melaksanakan sholat Ied berjamaah, yaitu, harus membawa sejadah sendiri, dan juga memakai masker. Di rumahku sendiri, hanya adikku yang bisa menjalankan sholat Ied, sebab aku dan Ibuku sedang berhalangan. Adikku memilih untuk melaksanakan sholat Ied sendiri #DiRumahAja. Selain itu, pemerintah juga menganjurkan untuk tidak boleh mudik terlebih dahulu guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Apalagi, sudah sekitar beberapa minggu ini, pemerintah sedang menjalankan program PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Lebaran tahun ini ada yang berbeda untukku juga keluargaku, yaitu ketiadaan Ayah di sisi kami. Ini adalah tahun pertama lebaran tanpa Ayah. Ayah sudah berpulang November 2019 lalu. Kami memang bukan tipe keluarga yang romantis dan pandai mengungkapkan perasaan satu sama lain. Kami tidak pernah sungkeman dan meminta maaf hanya dengan berjabat tangan, pelukan, dan cium pipi biasa saja. Namun, ketiadaan Ayah tetap saja sangat memberi rasa dan warna yang berbeda. Khususnya bagiku sendiri, kini tiada lagi kecupan di dahi dari Ayah. Sungguh rasanya beda, tapi bagaimana pun ini adalah kenyataan yang memang harus aku, Ibu juga Adikku jalani dan terima.
Selain kedua hal di atas, ada hal lain yang membuat lebaran ini berbeda. Hari ini aku bisa menjalankan lebaran #DiRumahAja bukan #DiKantorMulu. Ya, sejak tahun 2014 - 2019, aku menjalankan lebaran di kantor karena aku bekerja di hotel. Biasanya aku hanya bisa sholat Ied, makan dan silaturahmi sebentar dengan beberapa tetangga lalu kemudian pergi ke kantor untuk bekerja. Biasanya kantorku memberi kelonggaran untuk bisa masuk kerja pukul 09:00. Namun karena sejak 1 April aku dirumahkan oleh kantorku karena virus Corona mempengaruhi dunia pariwisata, maka alhamdulillah lebaran tahun ini aku bisa full merayakannya di rumah bersama keluargaku. Setidaknya, aku ga harus bekerja di hari raya ini dan bisa bersantai - santai di rumah. Aku anggap, tahun ini adalah awal yang baik untukku pelan - pelan bisa menikmati lebaran yang utuh seperti lebaran yang aku rasakan ketika masa kecil dulu. Hari ini aku benar - benar lebaran tanpa kerja, walau gak bisa kumpul keluarga besar karena keluargaku di luar kota dan dilarang mudik, setidaknya aku yakin bahwa akan ada masa di tahun selanjutnya aku bisa merayakan lebaran dengan posisi libur kerja dan bisa kumpul keluarga besar. Kalau tahun ini kan sebenarnya aku bisa libur lebaran juga karena "bonus" dari wabah Corona.
Aku berusaha untuk bersyukur dengan kondisi lebaran tahun ini, walaupun ada di tengah wabah Corona, ketiadaan Ayah dan posisiku yang sedang dirumahkan. Ada sedih memang, tapi aku juga tidak ingin berlarut dalam kesedihan dan kemudian membuatku enggan bersyukur atas apa yang telah Allah beri. Aku yakin masih banyak hal yang bisa aku syukuri daripada terus meratapi segala kekurangan. Aku yakin ada banyak hikmah di balik semua ini yang akan terjawab nanti, suatu hari nanti.
Selamat Lebaran teman - teman online :)

Komentar
Posting Komentar